ebook almanhaj.or.id

ini ada sebuah ebook almanhaj.or.id, kumpulan postingan almanhaj.or.id sampai tanggal 29 Pebruari 2012, yang kepengen baca offline silakan downnload di link berikut ini atau langsung ke situsnya almanhaj.or.id

Link Download

Detikku

Setiap detik yang berlalu, akan tersimpan dan tak akan pernah kembali. Satu detik yang berlalu bisa menjadi kebanggaan bahkan bisa berubah menjadi petaka, tapi sebagian besar tidak merasakan itu, detik itu berlalu begitu saja. Imam Hasan Bashri rahimahullah berkata, "Kamu hanyalah kumpulan hari-hari ini, jika satu hari berlalu, maka sebagian dirimu telah berlalu dan hilang." Karena waktu itu adalah hidup, menyia-nyiakan waktu adalah membunuh kehidupan. Menyianyiakannya adalah penyesalan, karena hari itu tetap terekam dalam dalam lembaran penyesalan. Hari selanjutnya bukan hari sebelumnya.

Waktu yang kita miliki adalah waktu yang kita hadapi sekarang, waktu dimana kita berada di detik ini, sebelum jarum jam bergeser beranjak ke waktu yang lain. Detik ini adalah emas di tangan kita, dalam genggaman, besok boleh jadi ada emas yang lebih baik dan lebih besar, tapi itu masih dalam khayalan, boleh jadi itu bukan milik kita. Maka, apa harus kita buuang emas di tangan kita, berhapa emas yang esok hari? Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu berkata, "Jika kamu berada di waktu sore, maka janganlah menunda sampai pagi, dan jika kamu berada di waktu pagi, maka janganlah menunda sampai waktu sore."

Hari-hari yang telah berlalu seakan seperti mimpi, lalu kita tersadar di detik ini, atau mungkin tersadar ketika rambut sudah memutih, atau punggung sudah tidak bisa diteggakkan, atau tersadar ketika kita harus berjalan dengan bantuan tongkat karena umur yang sudah tidak muda lagi. Seburuk-buruk itu adalah yang tak pernah tersadar sampai nyawa tak menyatu dengan badan lagi. Kita akan terdiam di hadapan firman Allah ta'ala, "Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan?" QS. Faathir: 37.

Kembali bersama waktu, mengiringi setiap pergeseran waktu dengan amal shaleh, perbuatan yang bermanfaat bagi pribadi dan orang lain. Sahabat Ali radhiyallahu 'anhu berkata, "Ketahuilah, sesungguhnya akhirat telah berjalan mendekat dan dunia mundur ke belakang, sesungguhnya kedua-duanya mempunyai anak-cucu, maka jadilah anak-cucu akhirat dan janganlah menjadi anak-cucu dunia." Dengan memandang kedepan, menyipakan segala bekal untuk hari perhitungan. Memandang dunia, selayaknya sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melihat dunia ini, beliau bersabda, "Apa artinya dunia bagiku! Kehadiranku di dunia hanyalah bagaikan seorang pengelana yang tengah berjalan di panas terik matahari, lalu berteduh di bawah naungan pohon beberapa saat, kemudian segera meninggalkannya untuk kembali melanjutkan perjalanan." (HR. Ahmad, At-Tirmidzi)

Silaturrahim

Silaturrahim atau kebanyakan orang menyebutnya silaturrahmi merupakan perbuatan terpuji, menambah kasih-sayang dan cinta, dan mempererat hubungan tali kecintaan dan kasih-sayang antar keluarga.

Rahim (dijamak arham) adalah kerabat seseorang seperti ibunya, bapak, anak, dan setiap orang yang ada hubungan baik dari sisi bapaknya atau ibunya, juga dari sisi anak laki atau perempuannya (Ibnu Utsaimin)

Perkara silaturrahim sangatlah besar, Allah ta'ala berfirman, " dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim." Maksudnya adalah memperhatikan hubungan silaturrahim jangan memutuskannya, karena memutuskan adalah keruskan yang sangat besar dalam kehidupan.

Beberapa keutamaan silaturrahim:
1. Tanda seseorang beriman
Rasulullah shallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tamunya, barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahim dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam" (Lafazh Bukhari)

2. Meambahkan rizki dan memperpanjang umur
Rasulullah shallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Barang siapa ingin diluskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturrahim" (muttafaq 'alaih)

3. Penyebab masuk surga dan penyelamat dari neraka
Allah ta'ala berfirman, "Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, ...." QS Ar-Ra'du: 21, kemudian Allah ta'ala berfirman, "orang-orang Itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), (yaitu) syurga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya" QS Ar-Ra'du: 22-23

Dalam riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Rasulullah bersabda ketika seorang arab badui bertanya sesuatu yang bisa mendekatkannya ke surga, "kamu menyembah Allah dan tidak menyekutuinya sedikitpun, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturrahim"

4. Sebab mendapatkan kasih sayang ilahiyah
Dalam riwayat Aisyah radhiyallahu 'anha, bahwa Rasulullah bersabda, "Rahim menggantung di Arsy dan berkata, barang siapa yang menyambungkan aku, maka Allah akan menyambungkannya, dan barang siapa memutuskan aku, maka Allah akan memutuskannya" maksudnya adalah dari perhatian Allah dan sempurnya rahmat dan kasih sayang-Nya.

5. Sedekah kepada kerabat lebih afdhal
Rasulullah shallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Sebaik-baik sedekah adalah kepada seseorng yang ada hubungan rahim/kerabat yang menyimpan kebencian" (HR. At-Thabrany, Al-Hakim dan dishahihkan oleh Al-Albany)

6. Silaturrahim adalah bagian dari ibadah yang paling diutamakan
Seorang shahabat Uqbah bin Amir radhiyallahu 'anhu berkata, "Wahai Rasulullah, beritahukan kepadaku amal-amal yang utama" Rasulullah shallahu 'alaihi wasallam menjawab, "Wahai Uqbah, Sambunglah orang yang memutuskan hubungan denganmu, berilah kepada orang yang mengharamkan (tidak memberi) kamu, berpalinglah dari orang yang menzholimimu" dalam riwayat yang lain "maafkanlah orang yang menzholimimu" (HR. Ahamd, Al-Hakim dan dishahihkan oleh Al-Albany)

Balasan orang yang memutuskan silaturrahim:
1. Mendapatkan laknat
Allah ta'ala berfirman, "Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?" "Mereka Itulah orang-orang yang dila'nati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka." (QS. Muhammad: 22-23)

2. Diharamkan surga
Rasulullah shallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Tidak masuk surga oarang yang memutuskan silaturrahim" (Muttafaq 'alaih)

3. Tidak diterimanya amal
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau mendengar Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya amal-amal manusia dihadirkan setiap kamis malam Jumat, maka tidak diterima amal orang yang memutuskan silaturrahim" (HR. Ahmad dan dihasankan oleh Al-Albany)

4. Balasan orang yang memuruskan silaturrahim disegerakan di dunia sebelum di akhirat
Rasulullah shallahu 'alaihi wasallam bersabda, "dosa yang lebih pantas untuk disegerakan balasannya di dunia adalah zina dan memutuskan hubungan silaturrahim" (HR. At-Turmuzi, ia berkata hadits hasan shahih)

Siapakah yang dinamakan penyambung silaturrahim?

Rsululllah shallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Bukanlah dinamakan penyambung silaturrahim orang yang membalas silaturrahmi, tapi yang dianamakan penyambung silaturrahim adalah orang yang menyambung silaturrahim kepada orang yang memutuskannya" (HR. Bukhari)

Bagaimana menyambung silaturahim?

Rasulullah shallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Basahilah hubungan silaturrahimmu walau hanya dengan mengucapkan salam" (HR. Al-Bazzar dan dihasankan oleh Al-Albany)

Silaturrahim dapat dilakukan dengan banyak hal, Al-Imam Abu Muhammad Al-Qashry berkata, "Ketahuilah! sesungguhnya silaturrahim dilakukan dengan harta, ziarah/berkunjung, berbuat baik, perkataan yang lembut, membantu dalam pekerjaan, memberikan kasih sayang, berkumpul, dan segala sesuatu yang dapat menyambung silaturrahim di dunia."

Keterbatasan tidak membuat kita berhenti berbuat

“Nak, makanan yang tersedia di meja terbatas, pakaian yang kita pakai terbatas, dunia yang kita miliki memang terbatas, tetapi semangat yang kita miliki tidak boleh terbatas, perjuangan kita harus menembus batas keterbatasan kita.” Sebuah petikan nasehat berharga untuk terus berjuang.

Tak selamanya kita menggenggam dunia, atau mungkin tidak selamanya; apa yang ada dan dimiliki terbatas. Seorang keluarga miskin yang dalam satu bilik kecil dengan pakaian yang sedang dipakai dan yang masih basah di atas jemuran, makanan dari hasil keringat hari ini saja. Pandangan dari sebagian orang, orang seperti tidak akan mampu berbuat apa-apa, tidak bisa membangun peradaban. Apakah sebuan nilai akan diukur dari jumlah mobil yang parkir di rumah, atau deposit yang tersimpan di bank, atau title yang disematkan di depan dan di belakang nama? Atau mereka yang berhasil di kota-kota besar? Mereka yang berhasil bekerja di perkantoran, duduk manis di atas meja?

Bagaimana kalau kita lihat kehidupan jauh di pelosok sana, di pedalaman yang jauh komunikasi dan transportasi, seorang pendidik dengan keterbatasan sarana yang ada, seorang bapak menghidupi keluarga, mengajarkan semangat untuk hidup dan berjuang, berjuang untuk perubahan diri menjadi insan yang mulia dan menjadi lebih baik.

Sebuah pertanyaan penting, apakah yang telah kita suguhkan untuk orang lain, untuk masyarakat, untuk peradaban manusia ini? Usaha dan pengabdian suatu ukuran penting dimanapun seseorang berada, di kota, di desa, di pedalaman, baik itu orang kaya atau orang miskin. Usaha dan semangat juang itulah nilai tinggi dan sangan berharga. Keterbatan tidak membuat kita berhenti berbuat. Sudakah kita persembahkan usaha dan karya kita? Usaha untuk sebuah kemajuan, perbaikan, perubahan, peradaban, usaha untuk mempertahankan kebaikan dan kebenaran.

Dan katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan". QS. At-Taubah:105

“Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik” QS. At-Taubah: 120

Tetap maju walau sempat terjatuh

Hari ini masuk datang kabar, 13 siswa XI-IPS tidak naik kelas. Jumlah yang banyak, sehingga timbul pertanyaan kenapa harus keluar dengan jumlah ini? Apakah ini keputusan yang harus diambil? Keputusan terbaik? Kelas ini 6 bulan aku masih bersama mereka, selama 1 semester menjadi wali kelas mereka.

Disini saya tidak mengomentari panjang ketidaknaikan kelas mereka secara khusus, tapi sedikit mengambil pelajaran berharga dari peristiwa ini. Kehidupan penuh dengan ujian, jalan menuju kemuliaan penuh godaan supaya para pelaku dan pejalan terjerumus dan kalah di tengah jalan sebelum sampai tujuan, lunglai mati sebelum berlabuh di pelabuhan terakhir.

Sudah sunnatullah di setiap ujian, antara berhasil atau gagal dalam menghadapi ujian tersebut. Dalam ujian sekolah, ada naik kelas dan tinggal kelas, ada lulus dan tidak lulus. Proses dalam pembelajaran di sekolah berbeda dengan kehidupan umum yang segala ujian bukan kehendak pelaku kehidupan tersebut. Kegagalan disini tidak boleh membuat kita berhenti, pelajaran penting harus diambil untuk langkah ke depan menuju kondisi yang lebih baik, meraih prestasi yang tertunda.

Ketika kita telah mengatakan sanggup untuk bertarung, maka kesiapan pula untuk menerima akhir dari pertarungan, itulah konsekwensi, menang atau kalah, mati atau hidup sebagai pemenang..

Perjalanan menuju kemuliaan adalah proses panjang dibutuhkan perjuangan dan kesabaran penuh, dibutuhkan kendaraan yang tepat, trik-trik untuk mencapai kesuksesan gemilang.

Hari ini harimu

Hari yang kita lalu sekarang inilah yang nyata. Hari kemarin telah berlalu dan tak akan pernah kembali walau hanya sejenak. Hari esok adalah khayalan dan angan-angan tak pasti apakah akan melaluinya dan berada disana.

Hari inilah milik kita, inilah 
sisa umur, inilah yang bisa digunakan. Meratapi masa lalu adalah kesia-sian dan menghabiskan waktu dan umur. Takut terhadap masa depan itupun tak menyelesaikan masalah hidup.

Hari ini untuk berbuat dan beramal, mengukir sejarah, merajut benang-benang kebaikan, menanam kebajikan. Hari ini tidak boleh berlalu begitu saja tanpa uraian kebaikan, menunda sampe esok adalah kehancuran, tak pasti esok untuk kita.

Hari ini untuk berfikir, mengambil pelajaran masa lalu sebai bahan untuk melangkah untuk masa depan.
Older Posts
© Copyright Blog Syam
Back To Top