Langit disini tak seindah langit disana

Di teras rumah, ketika malam melewati sepertiga bagiannya, ditemani secangkir kopi hitam, kucoba menulis sesuatu, mengingat apa yang telah terjdi, yang telah dalam perjalanan hidup, perjalanan yang kini menjadi kenangan, menjadi pelajaran dan ibrah.

Kupandang langit, hanya ada rembulan yang bersedih tertutup awan merah kota ini, ada rasa yang kurang ketika kupandang, terasa ada yang hilang, ada yang berbeda dari pandanganku. Disini langitnya merah, cahaya-cahaya lampu mewarnai malam kota ini, ditambah dengan panasnya kota walau di malam hari. Aku mendambakan sejuk dan indah disana, terasa damai, alam yang sejuk, jauh dari keramaian, semua kelihatan tenang dan damai, hijau hamparan sawah dan kebunnya, udara yang masih bersih, air yang jernih. Bila malam tiba, langit terlihat indah dengan bintang-bintangnya yang brtaburan menebarkan senyum pada penduduk bumi, diselimuti udara yang sejuk…..malam yang indah.

Suasana itu tak kudapatkan disni, disini ada panas, ada polusi, ada kekerasan, emosi orang terlalu tinggi, tatanan yang semeraut, sungai yang kotor, sampah yang berserakan, tidak ada tegur sapa, wajah-wajah penuh curiga, walau ini tidak semua, tapi yang sering terlihat dan kutemukan di kota apakah akau akan berbangga dengannya???

Ini sangat berbeda dengan wajah langit disana, kenangan indah dan kedamaian, kalau bukan karena pilihan aku tetap disana, menikmati indahnya Allah berikan….
Bagikan :
Newer Posts Older Posts
© Copyright Blog Syam
Back To Top